Coretan Suryo
mBah
Suryo mBelungkulon berikut ini menyajikan daftar lengkap dari bagian
tumbuhan atau tanaman obat herbal serta khasiatnya dan cara
penggunaannya, mudah-mudahan ada manfaatnya.
Dalam menggunakan tumbuhan obat, ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga hasil pengobatan yang maksima.
Bacalah dengan seksama semua petunjuk seputar timbuhan obat di bawah ini.
A. NAMA
Beberapa hal yang perlu dijelaskan
tentang nama tumbuhan obat yang dipakai dalam buku ini.
- Nama pada judul ; menggunakan nama yang paling umum digunakan pada kepustakaan yang ada.
- Nama ilmiah ; menggunakan nama yang paling umum dipakai.
B. WAKTU PENGUMPULAN
Guna mendapatkan bahan yang terbaik
dari tumbuhan obat, perlu diperhatikan saat-saat pengumpulan atau pemetikan
bahan berkhasiat.
Berikut ini pedoman waktu
pengumpulan bahan obat secara umum.
- Daun dikumpulkan sewaktu tanaman berbunga dan sebelum buah menjadi masak.
- Bunga dikumpulkan sebelum atau segera setelah mekar.
- Buah dipetik dalam keadaan masak.
- Biji dikumpulkan dari buah yan g masak sempurna.
- Akar, rimpang (rhizome), umbi (tuber), dan umbi lapis (bulbus) dikumpulkan sewaktu proses tumbuhan berhenti.
C. PENCUCIAN DAN PENGERINGAN
Bahan obat yang sudah dikumpulkan
segera dicuci bersih, sebaiknya dengan air yang mengalir. Setelah bersih, dapat
segera dimanfaatkan bila diperlukan pemakaian yang bahan segar. Namun, bisa
pula dikeringkan untuk disimpan dan digunakan bila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Pengeringan bertujuan untuk
mengurangi kadar air dan mengcegah pembusukan oleh cendawan atau bakteri.
Dengan demikian, bahan dapat disimpan lebih lama dalam stoples atau wadah yang
tertutup rapat. Bahan kering juga mudah dihaluskan bila ingin dibuat serbuk.
Berikut ini cara mengeringkan bahan
obat :
- Bahan berukuran besar dan banyak mengandung air dapat dipotong-potong seperlunya terlebih dahulu.
- Pengeringan bisa langsung dibawah sinar matahari, atau memakai pelindung seperti kawat halus jika menghendaki pengeringan yang tidak terlalu cepat.
- Pengeringan bisa juga dilakukan dengan mengangin-anginkan bahan ditempat yang teduh atau di dalam ruang pengering yang aliran udaranya baik.
D. SIFAT DAN CITA RASA
Didalam Traditional Chinese
Pharmacology dikenal 4 macam sifat dan 5 macam cira rasa tumbuhan obat,
yang merupakan bagian dari cara pengobatan tradisional timur. Adapun keempat
macam sifat tumbuhan obat itu ialah dingin, panas, hangat, dan sejuk. Tumbuhan
obat yang sifatnya panas dan hangat dipakai untuk pengobatan sindroma dingin,
seperti pasien yang takut dingin, tangan dan kaki dingin, lidah pucat atau nadi
lambat. Tumbuhan obat yang bersifat dingin dan sejuk digunakan untuk pengobatan
sindroma panas, seperti demam, rasa haus, warna kencing kuning tua, lidah merah
atau denyut nadi cepat.
Lima macam cita rasa dari tumbuhan
obat ialah pedas, manis, asam, pahit, dan asin. Cita rasa ini digunakan untuk
tujuan tertentu karena selain berhubungan dengan organ tubuh, juga mempunyai
khasiat dan kegunaan tersendiri. Misalnya rasa pedas mempunyai sifat menyebar
dan merangsang. Rasa manis berkhasiat tonik dan menyejukan. Rasa asam
berkhasiat mengawetkan dan pengelat. Rasa pahit dapat mengilangkan panas dan
lembab. Sementara rasa asin melunakkan dan sebagai pencahar. Kadang-kadang ada
juga yang menambahkan cita rasa yang keenam, yaitu netral atau tawar yang
berkhasiat sebagai peluruh kencing.
E. CARA MEREBUS RAMUAN OBAT
Perebusan umumnya dilakukan dalam
pot tanah, pot keramik, atau panic email,. Pot keramik dapat dibeli di took
obat tradisional Tionghoa. Panic dari besi, alumunium atau kuningan sebaiknya
tidak digunakan untuk merebus. Hal ini diingatkan karena bahan tersebut dapat
menimbulkan endapan, konsentrasi larutan obat yang rendah, terbentuknya racun
atau menimbulkan efek samping akibat terjadinya reaksi kimia dengan bahan obat.
Gunakan air yang bersih untuk
merebus. Sebaiknya digunakan air tawar, kecuali ditentukan lain. Cara merebus
bahan sebagai berikut. Bahan dimasukkan ke dalam pot tanah. Masukkan air sampai
bahan terendam seluruhnya dan permukaan air sekitar 30 mm diatasnya. Perebusan
dimulai bila air telah meresap kedalam bahan ramuan obat.
Lakukan perebusan dengan api sesuai
petunjuk pembuatan. Apabila nyala api tidak ditentukan, biasanya perebusan
dilakukan dengan api besar sampai airnya mendidih. Selanjutnya api dikecilkan
untuk mencegah air rebusan meluap atau terlalu cepat kering. Meski demikian,
adakalanya api besar dan api kecil digunakan sendiri-sendiri sewaktu merebus
baha obat. Sebagai contoh, obat yang berkhasiat tonik umumnya direbus dengan
api kecil sehingga zat berkhasiatnya dapat secara lengkap dikeluarkan dalam air
rebusan. Demikian pula tumbuhan obat yang mengandung racun perlu direbus dengan
api yang kecil dalam waktu yang agak lama, sekitar 3-5 jam untuk mengurangi
kadar racunnya. Nyala api yang besar digunakan untuk ramuan obat yang
dimaksudkan agar pendidihan menjadi cepat dan penguapan berlebih dari zat yang
merupakan komponen aktif tumbuhan dapat dicegah.
F. WAKTU MINUM OBAT
Bila tidak terdapat petunjuk
pemakaian, biasanya obat diminum sebelum makan kecuali obat tersebut merangsang
lambung maka diminum setelah makan. Obat berkhasiat tonik diminum sewaktu perut
kosong, dan obat berkhasiat sedative diminum sewaktu ingin tidur. Pada penyakit
kronis diminum sesuai jadwal secara teratur. Rebusan obat bisa diminum sesering
mungkin sesuai kebutuhan atau diminum sebagai pengganti teh.
G. CARA MINUM OBAT
Obat biasanya diminum satu dosis
sehari yang dibagi untuk 2-3 kali minum. Umumnya diminum selagi hangat,
terutama untuk pengobatan sindroma luar. Setelah minum obat, pakailah baju
tebal atau tidur berselimut supaya tubuh tetap hangat dan mudah mengeluarkan
keringat.
Untuk pengobatan sindroma panas, obat
diminum dalam keadaan dingin. Sebaliknya untuk pengobatan sindroma dingin obat
diminum dalam keadaan hangat. Obat yang sedikit toksik, diminum sedikit demi
sedikit tetapi sering. Tambahkan dosisnya secara bertahap sehingga efek
pengobatan tercapai.
I. LAMA PENGOBATAN
Tumbuhan obat yang masih berupa
simplisia, hasil pengobatannya tampak lambat, namun sifatnya konstruktif atau
membangun. Hal ini berbeda dengan obat kimiawi yang hasil pengobatannya
terlihat cepat namun destruktif. Oleh karena itu, obat yang berasal dari
tumbuhan tidak dianjurkan penggunaannya untuk penyakit-penyakit infeksi akut.
Tumbuhan obat lebih diutamakan untuk memelihara kesehatan dan pengobatan
penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimiawi, atau
memerlukan kombinasi antara obat kimiawi dengan obat dari tumbuhan berkhasiat.
Daftar lengkap dari bagian tumbuhan atau tanaman obat herbal serta khasiatnya dan cara penggunaannya.
No
|
Nama Tumbuhan
|
Khasiat
|
Bagian
|
Cara Penggunaan
|
1
|
Akar Wangi
|
bau badan, rematik
|
seluruhnya
|
direbus, saring lalu diminum
|
2
|
Alamanda
|
demam, sembelit
|
daun
|
diseduh lalu diminum
|
3
|
Alang-alang
|
diuretik, bludreg
|
akar
|
direbus, saring lalu diminum
|
4
|
Anggrek Tanah
|
radang telinga
|
umbi
|
cuci, tumbuk, peras, teteskan
|
5
|
Anggur
|
radang
|
daun
|
direbus, saring lalu diminum
|
6
|
Angsana
|
sariawan
|
kulit batang
|
potong kecil, rebus untuk kumur
|
7
|
Antanan
|
pelancar peredaran darah
|
daun
|
cuci, dilalap, disayur
|
8
|
Apel
|
encok, hipertensi
|
buah
|
dimakan langsung
|
9
|
Alpukat
|
kolesterol, bludreg
|
daun muda
|
direbus, saring lalu diminum
|
10
|
Asam jawa
|
sariawan, kuning
|
buah, daun muda
|
diremas, diseduh lalu diminum
|
11
|
Bakung putih
|
peluruh keringat, obat luka
|
akar
|
direbus, saring lalu diminum
|
12
|
Bambu
|
peluruh air seni, batuk, sesak napas
|
tunas
|
direbus, saring lalu diminum
|
13
|
Bandotan
|
antibiotik, wasir
|
pucuk
|
direbus, saring lalu diminum
|
14
|
Bayam
|
memperbaiki pencernaan
|
daun
|
direbus, saring lalu diminum
|
15
|
Bayam merah
|
kurang darah
|
pucuk
|
dikukus lalu dimakan
|
16
|
Begonia
|
obat luka baru
|
daun
|
tumbuk, tempel pada luka
|
17
|
Belimbing manis
|
bludreg, kencing manis
|
daun, buah
|
direbus, lalu dimakan
|
18
|
Belimbing wuluh
|
kolesterol, batuk
|
daun, bunga
|
direbus, digerus dengan madu
|
19
|
Beluntas
|
bau badan
|
pucuk
|
dikukus lalu dimakan
|
20
|
Benalu
|
kanker, TBC
|
daun
|
direbus, saring lalu diminum
|
21
|
Beringin
|
sariawan pada anak
|
daun
|
direbus, airnya dipakai mandi
|
22
|
Bidara upas
|
kencing manis, batuk rejan
|
umbi
|
direbus, saring lalu diminum
|
23
|
Bougenvil
|
keputihan, liver
|
bunga, kayu
|
direbus, saring lalu diminum
|
24
|
Brotowali
|
liver, kencing manis
|
batang
|
direbus, saring lalu diminum
|
25
|
Buah naga
|
penyeimbang gula darah
|
buah
|
belah, dimakan daging buahnya
|
26
|
Bunga matahari
|
encok
|
dasar bunga
|
ditepung, saring lalu diminum
|
27
|
Bunga mawar
|
keputihan
|
bunga
|
ditepung, saring lalu diminum
|
28
|
Cabe merah
|
rematik
|
buah
|
ditepung, saring lalu diminum
|
29
|
Cabe rawit
|
rematik
|
seluruhnya
|
direbus, saring lalu diminum
|
30
|
Cemara
|
disentri, beri-beri, mencret
|
kulit batang
|
direbus, saring lalu diminum
|
31
|
Cemara Kipas
|
anti loyo
|
pucuk
|
direbus, saring lalu diminum
|
32
|
Cempaka
|
demam, sariawan
|
kulit batang, bunga
|
diremas, dikunyah
|
33
|
Cengkeh
|
sakit gigi, batuk, pelega perut
|
buah
|
diseduh, diminum atau dikunyah
|
34
|
Cereme
|
kolesterol
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
35
|
Cincau
|
panas dalam, wasir
|
daun
|
diremas buat janggelan minum
|
36
|
Dadap Ayam
|
nyeri haid
|
daun
|
tumbu, buat parem di perut
|
37
|
Dadap Serep
|
demam, peluruh asi
|
kayu, daun muda
|
diseduh, disaring lalu diminum
|
38
|
Daun Dewa
|
Tumor, bisul, asam urat
|
daun, umbi
|
dilalap+direbus, saring lalu diminum
|
39
|
Daun Kupu-Kupu
|
demam
|
daun segar
|
dirajang, diseduh lalu diminum
|
40
|
Daun Landen
|
rematik
|
daun
|
ditumbuk, lalu diborehkan
|
41
|
Daun Mangkok
|
penasak keringat, bisul
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
42
|
Daun Pecah Beling
|
batu ginjal, diabetes
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
43
|
Daun Urat
|
penurun panas, nafsu makan
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
44
|
Delima Merah
|
Galian singset
|
buah muda
|
direbus, disaring lalu diminum
|
45
|
Delima Putih
|
galian perut, keputihan
|
kulit buah
|
ditepung, disaring lalu diminum
|
46
|
Dewandaru
|
kencing manis
|
daun, biji
|
ditepung, disaring lalu diminum
|
47
|
Durian
|
demam, sakit kulit
|
akar
|
direbus, disaring lalu diminum
|
48
|
Daruju
|
batuk, nyeri haid, penghilang kutil
|
akar
|
direbus, disaring lalu diminum
|
49
|
Dringo
|
kuat lelaki
|
rimpang
|
digiling, disaring lalu diminum
|
50
|
Eceng Gondok
|
alergi, biduren
|
seluruhnya
|
digiling, disaring lalu diminum
|
51
|
Ekor Kucing
|
cacar air
|
daun
|
ditumbuh lalu diborehkan
|
52
|
Gadung
|
KB, luka
|
umbi
|
getah umbi diteteskan ke luka
|
53
|
Gambir
|
batuk, radang tenggorokan
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
54
|
Gandarusa
|
pegal linu
|
daun segar
|
direbus, disaring lalu diminum
|
55
|
Garut
|
mencret
|
rimpang
|
rebus, beri garam, minum
|
56
|
Gardenia
|
obat jantung
|
daun
|
tambah kayu manis, gula merah, diminum
|
57
|
Gempur Batu
|
batu ginjal
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
58
|
Gendola
|
pilek, bisul, rematik, mencret
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
59
|
Ginseng Jawa
|
tonikum
|
Akar
|
direbus, disaring lalu diminum
|
60
|
Godong Sewu
|
radang telinga
|
daun
|
dipanggang, diperas, teteskan
|
61
|
Glandiforum
|
luka bakar
|
daun
|
cuci, lumatkan, lalu tempelkan
|
62
|
Iler/Jawer Kotok
|
wasir
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
63
|
Iles-iles
|
kosmetika
|
umbi
|
diambil patinya
|
64
|
Imbo
|
kencing manis
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
65
|
Jagung
|
melancarkan asi
|
Biji
|
biji sangrai makan
|
66
|
Jali
|
peluruh air seni
|
Biji
|
ditumbuk, rebus, minum pagi/sore
|
67
|
Jahe Gajah
|
flu, pilek
|
rimpang
|
dibuat, minum hangat
|
68
|
Jahe Emprit
|
batuk
|
rimpang
|
dibuat, minum hangat
|
69
|
Jahe Merah
|
kuat lelaki
|
rimpang
|
diseduh, disaring lalu diminum
|
70
|
Jamblang
|
mencret
|
buah matang
|
cuci, makan langsung
|
71
|
Jambu Air
|
sariawan
|
kulit batang
|
direbus, disaring lalu diminum
|
72
|
Jambu Biji
|
diare
|
daun muda
|
ditumbuk, lalu ditelan
|
73
|
Jambu Mete
|
sariawan, penyakit kulit
|
akar, daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
74
|
Jarak
|
pencahar
|
Biji
|
ditumbuk, seduh, saring diminum
|
75
|
Jaruju
|
mules
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
76
|
Jati
|
radang tenggorokan,nyeri perut
|
daun, akar
|
direbus, disaring lalu diminum
|
77
|
Jati londo
|
pelangsing
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
78
|
Jawer Kotok
|
demam nifas, haid
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
79
|
Jengger ayam
|
keputihan, nyeri haid,, kencing nanah
|
bunga
|
direbus, disaring lalu diminum
|
80
|
Jenu
|
racun serangga
|
akar segar
|
potong, rendam, semprotkan
|
81
|
jengkol
|
kudis, luka, bisul
|
daun
|
dibakar, abunya diseduh saring diminum
|
82
|
Jeruk Bali
|
obat luka
|
kulit, buah
|
ditumbuk, diborehkan di tempat luka
|
83
|
Jeruk Nipis
|
sariawan, batuk
|
buah
|
diperas,disaring lalu diminum
|
84
|
Jeruk Purut
|
bau badan
|
daun
|
direbus lalu diminum
|
85
|
Jinten
|
batu ayam, cadok
|
daun
|
dilalap
|
86
|
Johar
|
kencing manis, malaria
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
87
|
Kecipir
|
bisul, borok
|
daun
|
ditumbuk, lalu dibalurkan
|
88
|
Kacang Hijau
|
pelancar air seni, kurang darah
|
biji
|
cuci, rebus lalu diminum
|
89
|
Kacang Panjang
|
peluruh air seni
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
90
|
Kacang Tanah
|
Sembelit
|
Biji
|
direbus, lalu dimakan
|
91
|
Kaca Piring
|
tekanan darah rendah
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
92
|
Kaki Kuda
|
infeksi, varises
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
93
|
Kantil
|
encok, radang amandel
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
94
|
Kate Mas
|
sakit perut, kepala pusing
|
akar
|
cuci, direbus disaring lalu diminum
|
95
|
Katuk
|
peluruh ASI
|
daun segar
|
cuci, direbus disaring lalu diminum
|
96
|
Kawis
|
baatuk
|
daun
|
ditumbuk, diseduh lalu minum
|
97
|
Kayu Manis
|
galian putri
|
kliko/kulit batang
|
ditepung, diseduh lalu minum
|
98
|
Kayu Merah
|
disentri
|
Daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
99
|
Kayu Putih
|
sesak napas, kembung
|
pucuk
|
ditumbuk, diseduh lalu minum
|
100
|
Kayu Secang
|
mencret
|
batang
|
potong kecil-kecil rebus lalu minum
|
101
|
Kayu urip
|
tumor kulit
|
Getah
|
ditutulkan ke tumor
|
102
|
Kedondong Laut
|
sariawan, galian putri
|
Daun
|
dikukus lalu dimakan
|
103
|
Keji Beling
|
kencing batu
|
Daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
104
|
Kelapa
|
demem, mencret
|
air buah
|
diminum
|
105
|
Kelerak
|
jerawat,perawatan ramut
|
Buah
|
obat luar
|
106
|
Kelor
|
hipertensi
|
buah segar
|
cuci,parut,peras,aring lalu minum
|
107
|
Kemangi
|
penenang
|
Daun
|
ditumbuk, ditempelkan
|
108
|
Kembang Merak
|
step, penguat syaraf
|
bunga
|
direbu, diseduh lalu diminum
|
109
|
Kembang Pukul 4
|
bisul
|
daun segar
|
cuci, tambah garam, tumbuk tempelkan
|
110
|
Kembang Sepatu
|
kontrasepsi
|
bunga
|
direbus, disaring lalu diminum
|
111
|
Kemuning
|
radang, lulur awet muda
|
Daun
|
direbus, saring lalu lulur
|
112
|
Kenikir/Getes
|
batuk seratus hari
|
bunga
|
direbus, disaring lalu diminum
|
113
|
Kesumba
|
penambah nafsu makan
|
Daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
114
|
Ketapang
|
Disentri
|
kulit batang
|
direbus, disaring lalu diminum
|
115
|
Ketapang kecil
|
liver, busung
|
biji
|
disangrai, tumbuk seduh minum
|
116
|
Ketepeng
|
Eksim
|
daun
|
diremas, diborehkan
|
117
|
Kelor
|
penguat syaraf
|
daun, biji
|
disayur lalu dimakan
|
118
|
Krokot
|
mencret, penurun panas
|
cuci, kukus makan
| |
119
|
Kopi
|
penyegar badan
|
daun
|
cuci makan sebagai lalapan
|
120
|
kucing-Kucingan
|
asam urat, rematik
|
seluruhnya
|
cabut,cuci,rebus,saring,minum
|
121
|
Kumis Kucing
|
diuretik, infeksi ginjal
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
122
|
Kunci Pepet
|
penenang, pelansing
|
rimpang
|
diperas, disaring lalu minum
|
123
|
Kunyit
|
infeksi radang
|
rimpang
|
diperas, disaring lalu minum
|
124
|
Kunyit Putih
|
batuk, pelangsing
|
rimpang
|
ditumbuhk, diseduh, diminum
|
125
|
Kuping Gajah
|
bengkak pada tenggorokan
|
daun
|
ditumbuk, diseduh, diminum
|
126
|
Lada
|
masuk angin, flu, demam
|
buah
|
ditumbuk, diseduh, diminum
|
127
|
Lampes
|
peluruh ASI, penurun panas, penyegar
|
daun
|
ditumbuk, diseduh, diminum
|
128
|
Legundi
|
sesak napas, kembung
|
daun,buah
|
direbus lalu diminum
|
129
|
Lempuyang
|
kurang nafsu makan, malaria
|
rimpang
|
ditumbuk, peras minum
|
130
|
Lengkuas
|
obat kuat
|
rimpang
|
ditumbuk, peras minum
|
131
|
Lengkuas Merah
|
obat kuat, panu
|
rimpang segar
|
potong gosokkan
|
132
|
Leunca
|
lemah jantung
|
buah
|
dikukus, lalu dimakan
|
133
|
Leng-lengan
|
syaraf,depresi,ayan
|
seluruhnya
|
direbus, disaring lalu diminum
|
134
|
Lidah Buaya
|
obat luka, perawatan rambut
|
lendir daun
|
dioleskan pada rambut
|
135
|
Maja
|
koreng, eksim
|
daun
|
ditumbuk lalu dibalurkan
|
136
|
Manis Jangan
|
gangguan pencernaan
|
kliko/kulit batang
|
ditumbuk, seduh diminum
|
137
|
Mangkokan
|
perawatan rambut
|
daun
|
ditumbuk peras untuk minyak
|
138
|
Mangga
|
obat cacing
|
biji
|
tumbuk rebus saring minum
|
139
|
Manggis
|
mencret,disentri, radang, amandel
|
buah
|
dimakan langsung
|
140
|
Mahoni
|
kencing manis
|
biji
|
dikupas, ditelan
|
141
|
Mahkota Dewa
|
kanker, hepatitis, panas dingin
|
kulit buah
|
cuci, biji buang, rebus, saring, minum
|
142
|
Markisa
|
kencing nanah
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
143
|
Mawar
|
jerawat, gabag/penyakit kulit
|
bunga
|
tumbuk dibalurkan
|
144
|
Melati
|
Liver
|
kuncup bunga, daun
|
direbus minum ditempelkan
|
145
|
Meniran
|
liver, batu ginjal
|
seluruhnya
|
direbus, disaring lalu diminum
|
146
|
Merakan
|
demam
|
bunga
|
direbus, disaring lalu diminum
|
147
|
Mimba
|
demam, penguat badan,antibiotik
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
148
|
Mindi
|
pusing, gatal
|
daun
|
direbus, disaring lalu dipakai untuk berendam
|
149
|
Mindi
|
peluruh air seni, penurun panas
|
buah
|
tumbuk, rebus, saring, minum
|
150
|
Murbei
|
peluruh air seni, demam malaria, hipertensi
|
daun segar
|
direbus, disaring lalu minum
|
151
|
Nagasari
|
perawatan rambut
|
minyak biji
|
dioleskan pada rambut
|
152
|
Nampu
|
anti loyo
|
umbi batang
|
digiling, rebus lalu diminum
|
153
|
Nanas Kerang
|
TBC, batuk rejan
|
daun, bunga
|
direbus, saring lalu diminum
|
154
|
Nogosari
|
galian putri
|
bunga
|
diseduh, lalu diminum
|
155
|
Orang-aring
|
demam, merawat rambut
|
seluruhnya
|
direbus lalu diminum, minyak rambut
|
156
|
Orok-orok
|
obat luka
|
daun
|
direbus unttuk membasuh luka
|
157
|
Pacar Cino
|
radang, infeksi, TBC
|
daun, bunga
|
direbus, disaring lalu diminum
|
158
|
Pacing
|
kontrasepsi
|
rimpang
|
direbus, disaring lalu diminum
|
159
|
Pandan
|
obat mual
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
160
|
Pare Ayam
|
cacingan, bludreg, gatal
|
daun, buah
|
seduh dengan air+madu lalu borehkan
|
161
|
Pare Belut
|
pencuci luka
|
akar
|
direbus, saring cuci luka
|
162
|
Patah Tulang
|
obat luka baru
|
getah batang
|
diborehkan pada luka baru
|
163
|
Patikan Kebo
|
batuk, anemia
|
seluruhnya
|
dikukus lalu dimakan
|
164
|
Pecut Kuda
|
radang tenggorokan, sariawan
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
165
|
Pepaya
|
kurang nafsu makan, masuk angin
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
166
|
Pinang
|
obat cacing
|
Biji
|
serbuk biji, diseduh, diminum
|
167
|
Pinus
|
obat luka
|
getah
|
dioleskan ke luka
|
168
|
Pule Pandak
|
hipertensi, kuat lelaki
|
akar, kulit batang
|
potong kecil-kecil, kunyah, air ditelan
|
169
|
Pulosari
|
batuk
|
kayu
|
dirajang, direbus, saring, diminum
|
170
|
Pulutan
|
wasir
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
171
|
Puring
|
kencing nanah
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
172
|
Prasman
|
demam, selesma
|
pucuk
|
direbus, disaring lalu diminum
|
173
|
Rambutan
|
demam
|
kulit buah kering
|
direbus, disaring lalu diminum
|
174
|
Randu
|
batuk, asma, amandel
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
175
|
Ranti
|
lemah jantung
|
pucuk
|
ditumbuk, seduh lalu diminum
|
176
|
Rumput Belalang
|
perut kembung, masuk angin
|
seluruhnya
|
cuci, rebus saring lalu minum
|
177
|
Rumput Teki
|
nyeri haid
|
umbi
|
ditumbuk, seduh lalu diminum
|
178
|
Rumsari
|
kencing kurang lancar, encok
|
daun
|
direbus, disaring lalu diminum
|
179
|
Saga
|
batuk, sariawan
|
daun
|
cuci, tumbuk, seduh,saring lalu minum
|
180
|
Salam
|
mules, diabetes
|
daun
|
direbus, saring lalu minum
|
181
|
Salak
|
Mencret
|
daging buah
|
dimakan langsung
|
182
|
Sambang Darah
|
batu ginjal, penasak darah
|
daun
|
direbus, saring lalu minum
|
183
|
Sambiloto
|
kencing manis, kontrasepsi
|
seluruhnya
|
direbus, saring lalu minum
|
184
|
Sambung Nyowo
|
bisul, hipertensi
|
daun
|
direbus, saring lalu minum
|
185
|
Sembukan
|
perut mulas
|
daun segar
|
kukus, dimakan
|
186
|
Sembung
|
demam, peluruh keringat
|
daun
|
direbus, saring lalu minum
|
187
|
Sengon
|
obat luka lama
|
daun
|
ditumbuk, balutkan pada luka
|
188
|
Sereh Wangi
|
penghangat badan, peluruh
|
akar
|
direbus, saring lalu minum
|
189
|
Serut
|
kuras rahim, peluruh ASI
|
daun
|
direbus, saring lalu minum
|
190
|
Sesawi Tanah
|
keputihan
|
daun
|
direbus, saring lalu minum
|
191
|
Sidaguri
|
beser mani
|
biji
|
ditumbuk, rebus lalu diminum
|
192
|
Sidowayah
|
obat luka baru
|
buah segar
|
sangrai,tumbuk,tabur pada luka
|
193
|
Simbar Menjangan
|
cacar air
|
daun
|
ditumbuk, borehkan
|
194
|
Sirih
|
radang tenggorokan
|
daun
|
diperas, saring lalu minum
|
195
|
Sisik Nogo
|
batuk, sembelit, cacar
|
daun
|
direbus, saring lalu minum; borehkan
|
196
|
Soka
|
obat luka baru
|
kulit batang/akar
|
tumbuk+air matang, saring, oleskan
|
197
|
Sosor Bebek
|
amandel, radang telinga
|
daun
|
rebus saring lalu minum
|
198
|
Srikaya
|
bisul, mencret
|
kulit batang
|
potong kecil, rebus saring lalu minum
|
199
|
Srirejeki
|
sakit tenggorokan
|
daun
|
direbus, saring lalu minum
|
200
|
Stevia
|
kencing manis
|
daun segar
|
diseduh, saring lalu minum
|
201
|
Sudomolo
|
Wasir
|
daun
|
ditumbuk lalu dibobokan
|
202
|
Suji
|
beri-beri, kencing nanah
|
daun, akar
|
direbus, saring lalu minum
|
203
|
Suplir
|
batuk, demam
|
daun
|
direbus, saring lalu minum
|
204
|
Talas
|
berak darah
|
umbi
|
parut, saring minum
|
205
|
Talok
|
batuk, peluruh dahak
|
daun
|
direbus, saring lalu minum
|
206
|
Tanjung
|
diare, bludreg
|
bunga
|
direbus, saring lalu minum
|
207
|
Tapak Dara
|
kanker darah, rahim
|
pucuk
|
direbus, saring lalu minum
|
208
|
Tapak Liman
|
radang, amandel, liver
|
seluruhnya
|
direbus, saring lalu minum
|
209
|
Tebu
|
Batuk
|
batang
|
bakar,kupas,kunyah,airnya telan
|
210
|
Tempuh Wiyang
|
radang paru, penyakit kelamin
|
seluruhnya
|
direbus, saring lalu minum
|
211
|
Tempuyung
|
batu ginjal,rematik
|
daun, umbi
|
direbus, saring lalu minum
|
212
|
Teratai
|
mencret, demam
|
daun,tangkai,bunga
|
direbus, saring lalu minum
|
213
|
Tikel Balung
|
wasir, obat luka
|
batang
|
cuci+asam jawa, kunyah
|
214
|
Walisongo
|
sakit gigi
|
akar,batang
|
digigit
|
215
|
Daun Seribu
|
nyeri haid, sakit perut
|
daun
|
cuci,rebus,saring lalu minum
|
216
|
Sawo Manila
|
Mencret
|
getah buah muda
|
diseduh dengan air
|
217
|
Sambang Colok
|
peluruh air seni, radang rahim
|
daun
|
cuci,rebus,saring lalu minum
|
218
|
Kapulaga
|
batuk, perut kembung
|
buah
|
cuci,rebus,saring lalu minum
|
219
|
Aren
|
peluruh air seni dan haid
|
akar
|
cuci,potong kecil,direbus,saring lalu minum
|
220
|
Musi Arab
|
rematik, cacing
|
daun
|
cuci,rebus,saring lalu minum
|
221
|
Kandep
|
rematik, peluruh air seni
|
daun
|
cuci tambah kapur
|
222
|
Temu Kunci
|
memperbanyak asi
|
umbi/rimpang
|
cuci,potong kecil,rebus,beri garam,saring lalu minum
|
223
|
Kecubung
|
sesak napas, nyeri haid
|
bunga
|
dikeringkan,dihisap seperti rokok
|
224
|
Nyamplung
|
rematik, urus-urus
|
biji
|
diseduh dengan air matang, saring, minum
|
225
|
Kenanga
|
nyeri haid
|
bunga
|
diseduh
|
226
|
Kembang Bugang
|
demam,mencret, wasir
|
daun
|
cucu,rebus,saring, minum
|
227
|
Temu Ireng
|
peluruh dahak, cacing, penyembuha rasa luka
|
rimpang
|
cuci,potong-potong,rebus,saring, minum
|
228
|
Temu lawak
|
penyegar badan, kejang
|
rimpang
|
diperas,saring,tambah madu, minum
|
229
|
Pakis Haji
|
disentri
|
getah batang
|
tambah madu dan air matang, minum
|
230
|
Rumput Bolon
|
peluruh air seni
|
daun
|
cuci,rebus,saring lalu minum
|
231
|
Adas
|
batuk, perut kembung
|
buah
|
diseduh,saring,tambah madu,minum
|
232
|
Mundu
|
luka, gondok, sariawan
|
biji
|
dibakar hangus,tumbuk halus,tabur pada luka
|
233
|
Racunan
|
luka baru
|
getah
|
dioleskan
|
2. KUNYIT
Manfaat
Tanaman Obat Kunyit. Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat
tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman kunyit
tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Diperkirakan berasal dari
Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit
berasal dari India. Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu
karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal,
dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu: sebagai bahan
obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak,
peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat
sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti
tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih
darah.
3. KEJI BELING
Keji
beling atau orang jawa menyebutnya dengan nama “sambang geteh”, sementara di
tanah pasundan dikenal dengan sebutan “remek daging”, “reundeu beureum”, dan
orang ternate menyebutnya dengan nama “lire”. Tumbuhan ini memiliki banyak
mineral seperti kalium, kalsium, dan natrium serta unsure mineral lainnya.
Disamping itu juga terdapat asam silikat, tannin, dan glikosida. Kegunaannya
sebagai obat disentri, diare (mencret) dan obat batu ginjal serta dapat juga
sebagai penurun kolesterol. Daun tanaman ini selain direbus untuk diminum
airnya, juga dapat dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara
teratur. Daun keji beling juga kerap digunakan untuk mengatasi tubuh yang gatal
kena ulat atau semut hitam, caranya dengan cara mengoleskan langsung daun keji
beling pada bagian yang gatal tersebut. Untuk mengatasi diare (mencret),
disentri, seluruh bagian dari tanaman ini direbus, selama lebih kurang setengah
jam, kudian airnya diminum. Sama juga prosesnya untuk mengobati batu ginjal.
Daun keji beling juga dapat mengatasi kencing manis dengan cara dimakan sebagai
lalapan secara teratur setiap hari. Demikian pula untuk mengobai penyakit lever
(sakit kuning), ambien (wasir) dan maag dengan cara dimakan secara teratur.
4. SAMBILOTO
Sambiloto
(Andrographis paniculata), adalah sejenis tanaman herba dari famili
Acanthaceae, yang berasal dari India dan Sri Lanka. Sambiloto juga dapat
dijumpai di daerah lainnya, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, serta
beberapa tempat di benua Amerika. Genus Andrographis memiliki 28 spesies herba,
namun hanya sedikit yang berkhasiat medis, salah satunya adalah Andrographis
paniculata (sambiloto). Daun sambiloto banyak mengandung senyawa
Andrographolide, yang merupakan senyawa lakton diterpenoid bisiklik. Senyawa
kimia yang rasanya pahit ini pertama kali diisolasi oleh Gorter pada tahun1911.
Andrographolide memiliki sifat melindungi hati (hepatoprotektif), dan terbukti
mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol. Khasiat
ini berkaitan erat dengan aktifitas enzim-enzim metabolik tertentu. Sambiloto
telah lama dikenal memiliki khasiat medis. Ayurveda adalah salah satu sistem
pengobatan India kuno yang mencantumkan sambiloto sebagai herba medis, dimana
sambiloto disebut dengan nama Kalmegh pada Ayurveda. Selain berkhasiat
melindungi hati, sambiloto juga dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Hal ini
disebabkan karena senyawa aktifnya, yakni Andrographolide, menurunkan ekspresi
enzim CDK4 (cyclin dependent kinase 4).
5. HANDEULEUM
HANDEULEUM
(Graptopthyllum pictum [L.] Griff) Khasiat dan cara pengobatan: Wasir: 10 g
daun handeuleum segar dicuci bersih lalu direbus dalam 2 gelas air sampai air rebusan
tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum air rebusan pagi dan sore
masing-masing ½ gelas. Memar: kulit batang dibersihkan lalu ditumbuk halus
kemudian dibalurkan dan dibalut dengan perban pada daerah yang memar. Ganti 2
kali sehari. Sembelit: cuci 7 lembar daun lalu rebus dengan 2 gelas air hingga
1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus.
saya boleh mnta alamat tko obat yang jual obat tersebut?klo ada tlong hub nmor saya di 087717253756
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus